Klausul Keadaan Memaksa/ Force Majure Dalam Perjanjian/Kontrak
Post

Klausul Keadaan Memaksa/ Force Majure Dalam Perjanjian/Kontrak

Pengertian Keadaan Memaksa/Force Majure Keadaan memaksa atau force majeur dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang terjadi setelah dibuatnya perjanjian/kontrak yang menghalangi debitur untuk memenuhi prestasinya. Sebagai contoh, seorang debitur meminjam sejumlah uang kepada kreditur berdasarkan perjanjian/kontrak yang telah dibuatnya. Namun ditengah jalan, debitur tiba-tiba mendapatkan suatu keadaan  memaksa  (force majure) yang membuat debitor tidak dapat melunasi hutangnya tersebut.

Memahami Istilah Pengalihan Hutang-Piutang Dalam Hukum Perjanjian /Kontrak
Post

Memahami Istilah Pengalihan Hutang-Piutang Dalam Hukum Perjanjian /Kontrak

Dalam melakukan pengalihan utang atau piutang, terdapat beberapa istilah yang perlu diketahui/ dipahami agar tidak terjadi kesalahan. Dalam prakteknya, banyak para pelaku bisnis yang mengalihkan hutang atau piutangnya namun tidak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, sehingga digugat oleh pihak yang dirugikan di pengadilan.    Oleh karena itu dibawah ini penulis memberikan gambaran mengenai  pengalihan

Asas-Asas Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat Perjanjian / Kontrak Dengan Rekan Bisnis
Post

Asas-Asas Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat Perjanjian / Kontrak Dengan Rekan Bisnis

Dalam membuat suatu “perjanjian/ kontrak” dengan rekan bisnis,  maka asas-asas yang diberlakukan dalam hukum kontrak/perjanjian adalah sesuatu hal yang perlu diperhatikan, sebab merupakan  rambu-rambu (batasan) yang tidak boleh dilanggar oleh para pihak yang telah bersepakat membuat suatu perjanjian/kontrak.   Apabila dalam pelaksanaannya terhadap asas-asas yang diberlakukan dalam hukum kontrak/perjanjian tersebut dilanggar, maka dapat dipastikan perjanjian/kontrak yang dibuat para

Syarat Sahnya Perjanjian / Kontrak
Post

Syarat Sahnya Perjanjian / Kontrak

Pengertian Perjanjian / Kontrak Sampai saat ini istilah “perjanjian” dan “kontrak” seringkali masih dipahami berbeda dikalangan akademisi ataupun praktisi hukum. terdapat pihak yang beranggapan jika “kontrak” dan “perjanjian” memiliki pengertian yang sama, selain itu terdapat juga pihak yang  beranggapan (berpendapat) berbeda. Penulis sendiri lebih sependapat dengan anggapan “perjanjian” dan “kontrak” memiliki pengertian serta makna yang