Hak Kreditur Untuk Meletakkan Sita Jaminan Harta Debitur Sebelum Putusan Pailit

Hak Kreditur Untuk Meletakkan Sita Jaminan Harta Debitur Sebelum Putusan Pailit

Pertanyaan :

Dapatkah Kreditur memohon kepada Majelis Hakim yang menyidangkan permohonan pailit di Pengadilan Niaga agar harta kekayaan debitur untuk sementara dilakukan sita agar harta tersebut tidak dialihkan kepada pihak lain sampai dengan adanya putusan pengadilan?

 

Jawaban :

Dalam berperkara di Pengadilan Umum, pihak Penggugat mempunyai hak untuk meminta kepada majelis hakim untuk meletakkan sita jaminan (conservatoir beslag) terhadap harta kekayaan Tergugat dengan alasan takutnya harta kekayaan Tergugat dialihkan sehingga Tergugat tidak mampu membayar ganti kerugian kepada Penggugat sebagaimana putusan majelis hakim nantinya. Permintaan tersebut diputus di awal yaitu dalam putusan sela atau diputus diakhir. Hal tersebut tergantung kebijakan hakim yang menyidangkan perkara tersebut yang akan memilih apakah akan diputus diawal atau diputus di akhir.

 

Sedangkan dalam perkara Kepailitan, Pemohon Pailit (Kreditur) dapat juga meminta meletakkan sita jaminan terhadap seluruh atau sebagian harta kekayaan debitur sebelum putusan diucapkan. Artinya, dapat diputus diawal tanpa harus menunggu putusan akhir.

 

Adanya hak Kreditur memohon meletakkan sita jaminan terhadap harta debitur dikarenakan untuk melindungi kepentingan hukum kreditur yang dalam hal ini memiliki tagihan terhadap debitur yang dimana debitur berpotensi selama persidangan permohonan pailit berlangsung mengalihkan atau menyembunyikan hartanya tersebut.

 

Selain dapat memohon meletakkan sita jaminan, kreditur juga dapat memohon menunjukan Kurator sementara untuk mengawasi harta  kekayaan debitur tersebut.

 

Adapun dasar hukum Kreditur memiliki hak meminta sita jaminan serta menunjuk kurator sementara sebelum putusan pailit adalah Pasal 10 UU No. 30 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU (“UU K-PKPU”) adalah sebagai berikut:

  1. Selama putusan atas permohonan pernyataan pailit belum diucapkan, setiap Kreditor, kejaksaan, Bank Indonesia, Badan Pengawas Pasar Modal, atau Menteri Keuangan dapat mengajukan permohonan kepada Pengadilan untuk:
    1. Meletakkan sita jaminan terhadap sebagian atau seluruh kekayaan Debitor; atau
    2. Menunjuk Kurator sementara untuk mengawasi:
      1. Mengelolaan usaha Debitor; dan
      2. Pembayaran kepada Kreditor, pengalihan, atau pengagunan kekayaan Debitor yang dalam kepailitan merupakan wewenang Kurator.
  2. Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dikabulkan, apabila hal tersebut diperlukan guna melindungi kepentingan Kreditor.
  3. Dalam hal permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikabulkan, Pengadilan dapat menetapkan syarat agar Kreditor pemohon memberikan jaminan yang dianggap wajar oleh Pengadilan.

 

Apabila terdapat hal yang ingin dikonsultasikan berkaitan permohonan kepailitan di Pengadilan Niaga, silahkan hubungi kami dibawah ini:

Handphone/WhatsApp :  +62811-880-1890

Email : [email protected]

 

 

Penulis :

(ILS Law Firm)

 

(Visited 5 times, 1 visits today)
Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *