Pemisahan Perseroan Terbatas (PT)

Pemisahan Perseroan Terbatas (PT)

Pemisahan Perseroan dapat dilakukan dengan cara Pemisahan Murni atau Pemisahan Tidak Murni, hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 135 UUPT.

 

1. PEMISAHAN MURNI 

Pemisahan murni (split up) berdasarkan Pasal 135 ayat 2 UUPT adalah pemisahan usaha Perseroan yang mengakibatkan seluruh aktiva dan pasiva Perseroan beralih karena hukum kepada 2 (dua) Perseroan lain atau lebih yang menerima peralihan dan Perseroan yang melakukan Pemisahan tersebut berakhir karena hukum.

 

Dalam pemisahan jenis ini yang menjadi ciri pokoknya Perseroan mengalihkan seluruh harta kekayaannya, sehingga akan berakibat Perseroan harus tutup demi hukum karena sudah tidak ada lagi usaha yang diurusi. Adapun yang menjadi pertanyaan, mengapa dalam pemisahan murni Perseroan yang menjadi pembeli asset ditentukan minimal dua Perseroan hal ini tidak ada penjelasan dari Undang-undang, sehingga tidak dapat diketahui apakah kalau hanya satu Perseroan yang membeli seluruh asset akan menjadi batal demi hukum perbuatan tersebut atau tidak.

 

Contoh : PT Indonesia Maju Mundur XY dengan aset senilai Rp. 500M dipecah menjadi dua perusahaan baru yaitu PT Indonesia Maju Mundur X dengan nilai aset Rp. 300M dan PTIndonesia Maju Mundur Y dengan nilai aset Rp. 200M. Berdasarkan pemisahan tersebut diketahui bahwa aset milik PTIndonesia Maju Mundur XY menjadi nol, sehingga secara otomatis status badan hukum PT Indonesia Maju Mundur XY menjadi bubar karena hukum tanpa likuidasi.

 

2. PEMISAHAN TIDAK MURNI

Pemisahan tidak murni (spin off) berdasarkan Pasal 135 ayat 3 UUPT adalah pemisahan Perseroan yang mengakibatkan sebagian aktiva dan pasiva Perseroan beralih karena hukum kepada 1 (satu) Perseroan lain atau lebih yang menerima peralihan, dan Perseroan yang melakukan Pemisahan tersebut tetap ada.

 

Adapun tata (prosedur dan syarat) untuk melakukan pemisahan PT dilakukan melalui syarat dan prosedur yang hampir sama ketika suatu PT akan melakukan merger, konsolidasi atau akuisisi sebagaimana diatur dalam UU PT serta peraturan pelaksana lainnya.

 

Apabila terdapat hal yang ingin dikonsultasikan mengenai pengembilalihan (akuisisi), silahkan hubungi kami dibawah ini:

Handphone/WhatsApp :  +62811-880-1890

Email : [email protected]

 

 

Penulis :

(ILS Law Firm)

(Visited 3 times, 1 visits today)
Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *